Setiap usaha pasti ada hasilnya walaupun kadang hasil itu tidak seluruhnya memuaskan semua pihak, begitulah kira-kira kejadian dengan perburuan Teroris Noordin Top oleh pihak kepolisian khususnya Dansus 88.
Bom -bom yang terjadi di Indonesia dari yang pertama sampai dengan sekarang sepertinya punya kurun waktu tertentu dan terakhir di pada tanggal 17 Juli 2009 yang lalu. Pada tanggal 1 dan 2 Agustus 2009 Polisi berhasil mengetahui pelaku dan perencana Bom di JW Mariot kuningan jakarta dan tanggal 12 diumumkan oleh Polisi secara resmi bahwa teroris yang tertangkap dan tewas di Jatih Asih Bekasi dan Desa Kedu Temunggung Jawa Tengah bukan Noordin Top.
Lagi-lagi Noordin Top berhasil menggocek polisi, namun polisi tidak pernah berputus harapan dalam mengejar sang teroris. Taktik dan strategi apakah yang harus dilakukan oleh polisi, agar buruannya tidak berdaya?
Pertanyaannya mudah dibaca namun sulit untuk direncanakan dan dilaksanakan,oleh karena itu dalam hal ini masyarakat dan pihak-pihak lainnya agar membantu menyusun taktik dan strategi perburuan sang teroris.
Kelakuan Noordin Top dinegara kita mengundang beberapa pendapat, ada yang berpendapat kelakuannya merupakan sabotase ekonomi dan politik serta sabotase agama, karena disaat negara kita mengalami stabilitas ekonpmi dan politik ada bom, sementara pendapat lainya merupakan tindakan yang merusak citra agama islam.Pendapat mana yang benar, Silahkan pendapat anda
Filed under: Umum